Grebek Suro 2010

Grebeg Suro 2010 Grebeg Suro adalah perhelatan akbar masyarakat Ponorogo yang merupakan agenda tetap Pemerintah Kabupaten Ponorogo yang sudah menjadi agenda wisata budaya Propinsi Jawa Timur dan Nasional setiap tahunya....

LPI VS PSSI

Perseteruan kedua belah pihak ini terus terjadi. mengapa demikian?...

Cintai Produk Sendiri

Rasa cinta dan bangga terhadap produk dalam negeri memang baru benar-benar terasa ketika kita berada di negeri orang. Membeli dan menikmati produk made in . . . tak senikmat produk dalam negeri ...

avatar movie

“Titanic” segera ditenggelamkan “Avatar” dalam rekor capaian jumlah penonton, nilai penjualan tiketnya, dan keuntungan yang diraup....

Ganesha Techno

Ganesha techno adalah sebuah komunitas intra dimana juga mendirikan komunitas-komunitas pada masyarakat umum. dimana didalamnya membahas tentang teknologi informasi ...

Latest Posts

Fosil Mirip Manusia Ditemukan di Afrika Selatan 300x300 Fosil Mirip Manusia Ditemukan di Afrika Selatan
Australopithecus Sediba / Foto: New York Times
Dapunta Online – PARA ILMUWAN internasional baru-baru ini mengumumkan penemuan terbaru yaitu kerangka mirip manusia atau hominid yang hidup sekitar dua juta tahun yang lalu kepada masyarakat dunia melalui jurnal Science (09/10/2010).  Bukti kerangka tersebut ditemukan oleh Matthew Berger, seorang bocah berusia sembilan tahun, pada saat dia sedang bermain bersama anjingnya.
Temuan yang menggemparkan dunia ilmu pengetahuan ini ditemukan pada Agustus 2008, di sebuah gua di Malapa tak jauh dari Johannesburg, Afrika Selatan. Berupa fosil kerangka remaja laki-laki dan seorang perempuan dewasa. Para ilmuwan berspekulasi, bahwa keduanya terjatuh ke dalam gua atau terjebak di dalam gua tersebut, dan kemungkinan tubuh keduanya hanyut ke dalam sebuah sungai atau danau di bawah tanah akibat terbawa banjir.
Fosil tersebut diberi nama Australophitecus sediba yang berarti air mancur atau mata air di Sotho, memiliki tulang yang tegak, berkaki panjang, memiliki pinggul dan panggul berbentuk manusia. Spesies ini bergigi kecil dengan wajah yang lebih modern, tetapi memiliki kaki yang relatif primitif dan “otak yang kecil”. Di sisi lain, fosil Malapa ini masih memiliki lengan panjang dan otak berukuran kecil sehingga kemungkinan fosil tersebut berusia lebih tua dibanding kelompok Australopithecine.
Para ilmuwan menduga Australopithecines adalah nenek moyang langsung spesies Homo namun penemuan Australopithecus sediba dalam pohon keluarga manusia memunculkan kontroversi, karena sejumlah ilmuwan menduga temuan baru ini tak lain dan tak bukan adalah spesies Homo itu sendiri.
Fosil Malapa ini hidup tepat sebelum kemunculan spesies Homo. Memang di Afrika Timur juga ditemukan fosil yang diduga Homo dan berusia sedikit lebih tua dibanding temuan baru ini.
Fosil Malapa ini ditemukan di Situs Warisan Dunia Cradle of Humankind di mana di lokasi ini sudah ditemukan sebanyak sembilan jenis fosil selama beberapa tahun terakhir.
Fosil-fosil ini diambil dari sebuah lubang yang terdapat dalam sebuah bekas kompleks gua yang atapnya sudah runtuh akibat erosi selama jutaan tahun.
Tulang-tulang kedua hominid itu ditemukan terpisah satu meter antara satu dan lainnya. Posisi ini memunculkan dugaan keduanya mati pada saat bersamaan atau hampir bersamaan.
Profesor Berger (kebetulan merupakan ayah dari Matthew Berger si penemu fosil)   mengatakan bahwa besar kemungkinan keduanya adalah ibu dan anak atau setidaknya mereka merupakan anggota kelompok yang sama.
Tulang belulang keduanya ditemukan bersama sisa-sisa hewan seperti harimau purba, kijang, tikus dan kelinci. Fakta ini menunjukkan bahwa mereka semua tewas seketika dan terkubur dengan cepat.
“Kami berpikir ada semacam bencana yang terjadi saat itu dan menyebabkan mereka semua terjebak dan kemudian terkubur bersama-sama,” kata anggota tim peneliti Profesor Paul Dirks dari Universitas James Cook, Quensland, Australia.
Kontroversi
Kontroveri serius tentang pentingnya temuan ini muncul di kalangan komunitas ilmuwan Dr Berger mengatakan bahwa mungkin spesies baru ini merupakan turunan Australopithecus africanus. Ia menggambarkan spesies ini mungkin nenek moyang dari homo erectus dan homo sapiens.
Berbeda dengan Profesor Colin Groves dari Universitas Nasional Australia yang menyimpulkan tentang hasil penelitiannya terhadap fosil hominid bahwa mereka adalah spesies Homo bukan Australopithecus.
“Faktanya, para penemu sendiri menunjukkan sejumlah kesamaan dengan spesies awal Homo, nampaknya ingin mengakui bahwa temuan mereka ini adalah sepises Homo dan hanya sebagian kecil darinya terkait dengan Australopithecus,” tambah Groves.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, diperkirankan bahwa fosil ini hidup antara 1,78 hingga 1,95 juta tahun lalu.

Leave a Reply